Minggu, 21 Desember 2014

konduktivitas

Konduktivitas dapat merujuk kepada konduktivitas listrik, konduktivitas hidrolik, konduktivitas termal, dan konduktivitas Rayleigh, serta konduktivitas listrik. Pada konduktivitas hidrolik, nilai konduktivitas merupakan ukuran terhadap konsentrasi total elektrolit di dalam air. Pada konduktivitas listrik, merupakan nilai ukuran kemampuan suatu bahan untuk membuat arus listrik. Pada konduktivitas termal, merupakan property intensif bahan yang menandakan kemampuan bahan untuk membuat panas. Pada konduktivitas Rayleigh, menjelaskan kelakuan aperture mengenai aliran cairan atau gas. Pada konduktivitas listrik, merupakan ukuran dari kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik.
Pada praktikum ini dilakukan konduktivitas yang lebih mengarah pada konduktivitas termal dan konduktivitas listrik. Namun lebih dilihat pada perpindahan kalor yang mengakibatkan kenaikan suhu pada bahan ketika dipanaskan. Kalor merupakan energi thermal yang dimiliki oleh suatu zat yang berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah. Energi thermal berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara konduksi. Konduksi merupakan proses perpindahan energi kalor tanpa materinya ikut berpindah. Pada zat padat kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan kalor disebut konduktivitas thermal.
Koefisien konduktivitas termal k didefenisikan sebagai laju panas pada suatu benda dengan suatu gradien temperature. Dengan kata lain, konduktivitas termal menyatakan kemampuan bahan menghantarkan kalor. Nilai konduktivitas termal paling penting untuk menentukan jenis dari penghantar yaitu konduksi panas yang baik (good conductor) untuk nilai koefisien konduktivitas termal yang besar dan penghantar panas yang tidak baik (good insulator) untuk nilai koefisien panas yang kecil.
Konduktivitas termal merupakan suatu fenomena dimana perbedaan temperatur menyebabkan transfer energi termal dari suatu daerah benda dengan temperatur tinggi ke daerah lain dari benda yang sama pada temperatur yang lebih rendah. Konduktivitas merupakan suatu besaran atau satuan yang dapat digunakan untuk menunjukkan suatu kemampuan bahan dalam menghantarkan panas. Konduktivitas dapat dinyatakan dalam k. Setiap bahan memiliki nilai konduktivitas yang berbeda-beda. Semakin tinggi nilai konduktivitas yang dimiliki oleh suatu bahan, maka semakin baik pula kemampuan bahan tersebut dalam menghantarkan panas sehingga laju pindah panasnya akan semakin tinggi juga. Panas yang ditransferkan dari titik lain ke titik lainnya melalui salah satu dari tiga metode yaitu konveksi, konduksi dan radiasi.
   Berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan panas, bahan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu konduktor, semi konduktor, dan isolator. Bahan yang termasuk ke dalam konduktor memiliki kemampuan menghantarkan panas yang baik dan umumnya memiliki nilai konduktivitas yang tinggi. Koefisien konduktivitas termal k didefenisikan sebagai laju panas pada suatu benda dengan satu gradient temperature. Nilai konduktivitas termal penting untuk menentukan jenis penghantar yang bagaimana bahan tersebut.
     Konduksi merupakan proses perpindahan kalor secara konduksi bila dilihat secara atomk merupakan pertukaran energi kinetic anat molekul (atom), dimana partikel yang energinya rendah dapat meningkat dengan menumbuk partikel dengan energi yang lebih tinggi.
            Sebelum dipanaskan atom dan elektron dari bahan bergetar pada posisi seimbang. Pada ujung bahan mulai dipanaskan, pada bagian ini atom dan electron bergetar dengan amplitude yang semakin membesar. Selanjutnya bertumbukan dengan aton dan electron disekitarnya dan memindahkan sebagian energinya. Kejadian ini berlanjut hingga pada atom dan electron di ujung bahan yang satunya. Konduksi terjadi melalui getaran getaran dan gerakan electron bebasnya.