Konduktivitas dapat merujuk kepada
konduktivitas listrik, konduktivitas hidrolik, konduktivitas termal, dan
konduktivitas Rayleigh, serta konduktivitas listrik. Pada konduktivitas
hidrolik, nilai konduktivitas merupakan ukuran terhadap konsentrasi total
elektrolit di dalam air. Pada konduktivitas listrik, merupakan nilai ukuran
kemampuan suatu bahan untuk membuat arus listrik. Pada konduktivitas termal,
merupakan property intensif bahan yang menandakan kemampuan bahan untuk membuat
panas. Pada konduktivitas Rayleigh, menjelaskan kelakuan aperture mengenai
aliran cairan atau gas. Pada konduktivitas listrik, merupakan ukuran dari
kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan arus listrik.
Pada praktikum ini dilakukan
konduktivitas yang lebih mengarah pada konduktivitas termal dan konduktivitas
listrik. Namun lebih dilihat pada perpindahan kalor yang mengakibatkan kenaikan
suhu pada bahan ketika dipanaskan. Kalor merupakan energi thermal yang dimiliki oleh suatu zat
yang berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah. Energi thermal berpindah dari
suatu tempat ke tempat lain dengan cara konduksi. Konduksi merupakan proses
perpindahan energi kalor tanpa materinya ikut berpindah. Pada zat padat
kemampuan suatu bahan untuk menghantarkan kalor disebut konduktivitas thermal.
Koefisien konduktivitas termal k
didefenisikan sebagai laju panas pada suatu benda dengan suatu gradien
temperature. Dengan kata lain, konduktivitas termal menyatakan kemampuan bahan
menghantarkan kalor. Nilai konduktivitas termal paling penting untuk menentukan
jenis dari penghantar yaitu konduksi panas yang baik (good conductor) untuk
nilai koefisien konduktivitas termal yang besar dan penghantar panas yang tidak
baik (good insulator) untuk nilai koefisien panas yang kecil.
Konduktivitas termal merupakan suatu
fenomena dimana perbedaan temperatur menyebabkan transfer energi termal dari
suatu daerah benda dengan temperatur tinggi ke daerah lain dari benda yang sama
pada temperatur yang lebih rendah. Konduktivitas merupakan suatu besaran atau
satuan yang dapat digunakan untuk menunjukkan suatu kemampuan bahan dalam
menghantarkan panas. Konduktivitas dapat dinyatakan dalam k. Setiap bahan
memiliki nilai konduktivitas yang berbeda-beda. Semakin tinggi nilai
konduktivitas yang dimiliki oleh suatu bahan, maka semakin baik pula kemampuan
bahan tersebut dalam menghantarkan panas sehingga laju pindah panasnya akan
semakin tinggi juga. Panas yang ditransferkan dari titik lain ke titik lainnya
melalui salah satu dari tiga metode yaitu konveksi, konduksi dan radiasi.
Berdasarkan
kemampuannya dalam menghantarkan panas, bahan dapat dibedakan menjadi tiga,
yaitu konduktor, semi konduktor, dan isolator. Bahan yang termasuk ke dalam
konduktor memiliki kemampuan menghantarkan panas yang baik dan umumnya memiliki
nilai konduktivitas yang tinggi. Koefisien konduktivitas termal k didefenisikan
sebagai laju panas pada suatu benda dengan satu gradient temperature. Nilai
konduktivitas termal penting untuk menentukan jenis penghantar yang bagaimana
bahan tersebut.
Konduksi
merupakan proses perpindahan kalor secara konduksi bila dilihat secara atomk
merupakan pertukaran energi kinetic anat molekul (atom), dimana partikel yang
energinya rendah dapat meningkat dengan menumbuk partikel dengan energi yang
lebih tinggi.
Sebelum
dipanaskan atom dan elektron dari bahan bergetar pada posisi seimbang. Pada
ujung bahan mulai dipanaskan, pada bagian ini atom dan electron bergetar dengan
amplitude yang semakin membesar. Selanjutnya bertumbukan dengan aton dan
electron disekitarnya dan memindahkan sebagian energinya. Kejadian ini
berlanjut hingga pada atom dan electron di ujung bahan yang satunya. Konduksi
terjadi melalui getaran getaran dan gerakan electron bebasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar